Bismillah,.. Semoga Allah SWT meridhoi kita,..

Wisata Hati 2 ~ Makkah

Assalamu’alaikum, warahmatullah,.. wabarakatuh,..

Alhamdulillah, Jumuah day,.. Hari paling berkah untuk umat muslim se dunia,.. dan bertepatan juga hari ini adalah hari Raya Idul Adha,… Selamat hari raya saudara-saudariku muslim sedunia,. Semoga kian hari, hati nian tertambat kecintaan kita pada Sang Maha dan Rasul-Nya, bertambah pula semangat rela berkorban dan jiwa keikhlasan, seperti keteladanan nabi Nabi Ibrahim as, Nabi Ismail as dan ibunda Siti Hajar,..  Dan tidak lupa, kita doakan untuk jamaah haji yang sedang bertamu di Baitullah, semoga menjadi haji yang mabrur,.. aamiin,.. Oiii yaaa,.. selamat menikmati hidangan hewan kurban yah,. hehehe, ^^

Tulisan ini adalah kelanjutan dari tulisan wisata hati yang pertama,… Wisata hati pertama, saya menuliskan kisah perjalanan nyata dari Tanah air menuju Madinah,.. Dan bagian ini, saya akan menceritakan kisah perjalanan dari Madinah ke Makkah,… Selamat menikmati, dan semoga terinspirasi, doa saya, dan anda tentunya, semoga Allah SWT melapangkan jalan kita semua untuk menatap indahnya dan merasakan nikmat beribadah di Kota Suci Makkah, aaminn,..

Jumuah,.. 18 Mei 2012

Selesai Sholat Jumat, dengan berpakaian ihram, kami bersiap-siap menuju Tanah Suci Makkah Al Mukarramah,.. Siang itu hari cerah, masih pada suhu ± 40ºC kami melanjutkan perjalanan menuju Masjid Bir Ali Dzulhulaifah. Masjid Dzulhulaifah adalah sebuah tempat yang di kalangan masyarakat Indonesia lebih dikenal dengan nama Bir Ali berasal dari kata Bi’run artinya sumur. Dalam sejarah, dulu sahabat Ali r.a pernah membuat sumur di dekat masjid yang ada di situ. Sumur tersebut terkenal dengan nama Bir’run Ali, dalam lidah orang Indonesia lebih praktis di sebut Bir Ali. Kini sumur tersebut sudah tidak ada lagi. Masjid sejak jaman Rasulullah Saw ini, telah ditetapkan sebagai tempat miqat penduduk Madinah yang akan menunaikan ibadah umrah/haji. Diriwayatkan: ”Tidak berniat (untuk umrah atau haji) Rasulullah Saw kecuali di Masjid Dzulhulaifah” (H.R. Abu Daud). Kami menempuh perjalanan sekitar 20 km dari Madinah menuju ke masjid ini. Setelah memasuki masjid, kami melakukan shalat sunah dua rakaat dengan berniat untuk umrah. Subhanallah, masih dengan kekagumanku pada bangunan ini, Masjid ini berdiri megah dengan arsitektur yang khas terutama menaranya dan interiornya yang sangat anggun dan mempunyai nilai estetika yang mengagumkan. Di bagian luarnya terdapat areal parkir yang cukup luas, dan halaman masjid ditanami dengan pohon pelindung, yaitu pohon kurma.

Selesai shalat, kami melanjutkan perjalanan menuju kota Makkah yang jaraknya hampir 500 kilometer dari Madinah. Kami pun tak lupa memulai mengucapkan kalimat talbiyah berulang-ulang kali.

لبيك اللهم لبيك لبيك لا شريك لك لبيك إن الحمد ونعمة لك والملك لا شريك لك

Labbaik Allahumma Labbaaik, labbaaik Laa Syarika Laka Labbaaik Inal Hamda Wan Ni’mata Laka Wal Mulka La Syarikallah….

Wahai Allah,.. Kami datang memenuhi panggilan-Mu,.. Tiadalah sekutu untuk-Mu,. Segala puji dan kuasa untuk-Mu,..….

Bergetar rasanya,. Sungguh pun tak bisa ku ungkapkan dengan kata-kata apa yang tersirat dalam hati,.. Hanya rasa syukurku, berlimpah pada-Mu memberikan kesempatan rizki usia, sehat dan kemampuan untuk datang memenuhi panggilan-Mu,,.

Dan akhirnya, sekitar 5 jam kami tempuh perjalanan, sampai jualah kami di tanah Haram,. Allahu akbar, lagi-lagi hatiku bergetar, melihat dari kaca bis, pusat Kiblat di dunia ini,.. Pusat segala aktifitas ibadah,..Di dekat masjidil Harram, aku melihat menara jam besar di atasnya berlafazhkan tulisan اَللّهُ berwarna hijau nan elok berdiri gagah (aku melihatnya sendiri, ketika melihatnya dari arah mana saja, tetap tulisan itu sama, lafazh اَللّهُ), subhanallah,.. Hotel-hotel berdiri megah,.. Lantai berapa yah?? Entah, tak sempat ku hitung, yang ku tahu, begitu menjulang tingginya,. Jamaah dari arah kiri kanan jalan menuju jalan sepanjang Masjidil Harram,.. Allah, alhamdulillah kau sampaikan hamba di tempat ini.. Sujud syukur berlimpah pada-Mu,..

Akhirnya, sampai juga kami di Hotel yang berjarak sekitar 500 meter dari Masjidil Harram, hotel ini pegawainya banyak dari Indonesia, jadi kami sangat nyaman, baik dari segi pelayanan maupun masakan hidangannya (hehe, maklum selama di Madinah, kami makan ala makanan Arab, yang rasanya tidak begitu cocok di lidah kami, tapi kalau di hotel ini, kami bisa menikmati sayur bening khas Indonesia, sambal lalapan khas Jawa, Sayur santan Khas Padang, dan tentu krupuk Indonesia, hehehe).

Sekitar jam 7 malam waktu Makkah, kami sampai di hotel, lalu istirahat sejenak, karena kami harus ambil start jam 10.00 untuk melaksanakan thawaf yang pertama. Kata ustad kami, ritual yang akan kita lakukan, akan berlangsung sekitar 3 jam, maka lebih baik ambil start lebih awal,. Karena beliau takut, kalau ambil start lebih dari jam segitu, situasi seputar Ka’bah akan ramai, dan kita terjebak, sehingga mendekati waktu Shubuh belum selesai thawafnya nanti. Perlu diketahui pemirsah,… area Ka’bah dengan sendirinya tidak terbuka untuk umum ketika adzan mulai berkumandang.
Jam 10 teng,.. Dengan berpakaian ihram, ustad mengawal kami menuju Masjidil Haram, dengan urutan mahram, ibu baris di depanku, bapak di belakangku, kami saling berrpegangan erat.. Asal di ketahui aja yach pemirsaahh, jamaahnya disini luar biasa uyel-uyelan (apa sih bahasa indonesia-nya??? Yang jelas ramai, padat merayaplah), maka harus benar-benar menjaga diri agar jangan sampai keluar dari rombongan,… Keluar rombongan?? Wassalam,.. banyak kejadian jamaah hilang dari rombongan disini..  Sampai di depan pintu Masjid, kami membuka alas kaki kami,.. Saya masih juga tertegun pemirsaahh,.. Wichhh, ada 129 pintu masuk menuju masjid ini,.. subhanallah,.. Ustad, kita masuk lewat mana yach,..?? Bingung,.. All pintunya sama loh pemirsaah,.. Sama persis bangunannya, dijamin nyasar kalau ga perhatian banget sama no dan nama yang bertuliskan arab di samping pintu.. Pintu sebanyak itu telah dilengkapi dengan lampu penunjuk berwarna merah dan hijau, jika lampu hijau menyala, berarti di dalam masjid masih terdapat tempat yang kosong . namun, jika lampu merah menyala, berarti tak ada tempat lagi di dalam masjid, masjid tersebut juga menyediakan 50 pintu yang dikhususkan bagi para penyandang cacat dan mereka yang tidak bisa berjalan. Amazing yah,.. Luaaaaar biasaahhh,..

Akhirnya, ustad kami membimbing kami ke suatu pintu, namanya pintu Babus Salam. Dengan melalui pintu tersebut akan dapat langsung melihat ka’bah, Hajar Aswat, Maqam Ibrahim dan Hijir Ismail. Kita memang disunnahkah memasuki masjidil haram melalui pintu ini, khususnya ketika melaksanakan umrah dan ibadah haji.. Subhanallah,.. Indah,.. Dulu aku hanya bisa melihat kebesaran nama Ka’bah dan keindahan bangunannya lewat Tv, hanya mampu mendengar dari cerita orang,.. Tapi sekarang,.. ??? Di depanku,.. Baitullah menghampar di di hadapanku,.. Sujud syukur kembali pada-Mu pemilik jiwaku,.. ^.^

Ibadah pertama,..

Kami melaksanakan Thawaf (ritual mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali sebagai bagian pelaksanaan ibadah umrah). Menjadikan Ka’bah di sisi kiri kami, lalu berjalan mengelilinginya sebanyak tujuh putaran. Satu putaran dihitung dari Hajar Aswad sampai Hajar Aswad lagi, tanda lampu neon hijau sebagai start kami. Di sudut sebelum Hajar  Aswad, atau dikenal dengan Rukun Yamani, kami melambaikan tangan kanan, seraya membaca: “Bismillahi Allahu Akbar”. Saat berada di antara Rukun Yamani dengan Hajar Aswad kamipun tak luput untuk membaca doa:        “رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ”

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungi kami dari siksa neraka”. Aamiin Yaa Rabb,..

Next targetku adalah berdoa ini di Multazam,.. Rasulullah SAW bersabda, “Antara Rukun Hajar Aswad dan Pintu Ka’bah, disebut Multazam. Tidak seorangpun hamba Allah yang berdoa ditempat ini tanpa terkabul permintaannya”…..  Aku menangis sederas-derasnya,.. aku hanya ingin menjadi muslim hingga ajal menjemputku,..

Sampai di tiga putaran pertama, kami berlari-lari kecil dengan langkah kaki yang berdekatan,. Selama thawaf kami memperbanyak dzikir dan doa, Subhanallah, lagi-lagi tak henti aku terdiam dalam rasa kekagumanku,.. Melihat jamaah yang berkeliling, sama denganku.. Serasa, Tak ada pembeda di Baitullah saat itu : status sosial, jabatan, harta, warna kulit, asal usul, semua ditanggalkan. Setiap orang hanya mengenakan kain ihram putih, tanpa jahitan, sebagai simbol persamaan derajat di mata Allah. Sekaligus pengingat, manusia dilahirkan dan akan berpulang dalam kesejatiannya…  Allah ar Rahman, dsini aku mengenang semua kesalahan dan dosa yang ku perbuat selama ku hidup,.. ampuni hamba Yaa Rabb, dengan segala kesalahanku, tutupi aib-aibku, jagalah aku, hingga kembali pada-Mu dengan iman dan Islam dalam ragaku… aamiin,..

Target untuk mendekat sedekat-dekatnya dengan ka’bah, dan hajar aswad gagal pemirsah, luar biasa ramaiiii.. Jamaah dari segala penjuru dunia mulai merapat mendekati Ka’bah.. Saya kan kecil, pendek, dan tak mungkin bersaing dengan orang-orang yang tinggi besar untuk menuju hajar aswad, belum saatnya kali yah,.. L Yaa Sudah, smoga besok hari bisa yah,.. Harus !!!   Hanya bisa melihat bangunan Ka’bah dari jarak sekitar 5 meter, melihat hajar aswad, talang emas, Hijr Ismail, maqam Ibrahim (jejak telapak kaki Nabi Ibrahim),… Sedekat ini pun, aku sangat bersyukur,..  Ohhh ya,.. kita ga boleh bawa Hp dan kamera ya pemirsah,.  Bisa-bisa saja sih bawa, tapi kalau mau mengabadikan diri harus berhati-hati, karena banyak Opsir (polisi Arab) berkeliaran di seputaran Ka’bah. ..

Tujuh putaran berkeliling Ka’bah, dan kami akhiri thawaf dengan melambaikan tangan kepada Hajar Aswad. Lalu menuju ke Maqam Ibrahim dengan membaca (وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى).. “Dan jadikanlah sebahagian Maqam Ibrahim tempat shalat. Kami pun melakukan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim dengan jarak yang sangat dekat. Dan setelah itu, kami menuju ke sumur zam-zam untuk minum air zam-zam sepuas-puasnya, meniatkan hajat yang diinginkan saat meminumnya, semoga Engkau mengabulkan permohonan kami Yaa Rabb… Masih pada keherananku,.. Bukan asal cerita nenek moyang, tapi inilah nyata adanya,.. Air zam-zam, yang benar-benar tak lekang oleh zaman, dari zaman Nabi Ismail as hingga kini, berabad-abad jarak dan waktu, dan sekian jumlah manusia yang hidup dari zaman beliau hingga kini, tak pernah menyurutkan sumber mata air zam-zam,.. Allahu Akbar,.. Maka nikmat mana lagi yang mampu kami dustakan Yaa Rabb,.. ??

Ibadah berikutnya, adalah Sa’I di bukit Shafa dan Marwah,…

Sa’I adalah berjalan antara Shofa dan Marwah sebanyak 7 kali, dimulai dari Shofa dan diakhiri di Marwah. Safa dan Marwah merupakan dua bukit yang terletak dekat dengan Ka’bah.  Saat menaiki Shafa, kami membaca :إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ   artinya : “Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebahagian dari syi’ar Allah”. Lalu kami berdiri di Shafa menghadap Ka’bah dengan mengangkat kedua tangan mengucapkan: “Alhamdulillah wallahu Akbar” tiga kali, juga mengucapkan bacaan ini tiga kali :

“لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ, لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ”.

“Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah saja tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala puji dan Dia Maha berkuasa atas segala sesuatu. Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah saja, Dia memenuhi janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan menghancurkan pasukan-pasukan (musuh-Nya) sendirian”. Disela-sela mengulang bacaan ini, saya berdo’a sesuai dengan keinginan saya (buanyaaak banget pemirsah doa saya,.. aamiin intinya yah,..) Setelah itu, kami turun dari bukit Shafa menuju ke bukit Marwah, mengucapkan :أْبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِه ” – “Aku memulai sebagaimana Allah memulai”. Lalu kami berjalan biasa sampai pada tempat isyarat lampu hijau pertanda disunnahkan lari-lari kecil di tempat itu sampai ke tanda lampu berikutnya. Lalu berjalan biasa lagi sampai ke Marwah, dan Ini dihitung sekali putaran. Sesampai di atas Marwah, kami menghadap ke arah Ka’bah dan mengangkat kedua tangan, seraya membaca dan berdoa seperti ketika di Shafa, lalu berjalan biasa ke arah Shafa. Pada tanda lampu hijau, kami melakukan lari-lari kecil sampai tanda berikutnya. Kami melakukannya sebanyak tujuh kali putaran dan berakhir di Marwah. Dan wasyukurilah, selesai sudah rangkaian ritual ibadah umroh kami (tapi tahallul belum kami kerjakan, karena kami wanita, maka potong rambutnya ditangguhkan di hotel).. Ustad kami, mengajak kami untuk saling bermaaf-maafan di pintu keluar bukit marwah,.. Air mataku, tak bisa ku bendung, ku raih tangan ibu bapakku, mencium keduanya dengan rasa haru, Ibu bapakku, maafkanlah anakmu,.. Ridhoilah atas hidupku,. Semoga kelak, Allah berkenan menggumpulkan diri kita, keluarga kita di taman-taman surge Allah SWT,.. aamiin,..

Selesai Sai, ternyata waktu masih menunjukkan jam 02 dinihari, karena jamaah kelelahan, ustad memutuskan untuk kembali pulang ke hotel. Karena waktu Shubuh masih sekitar 2 jam lagi,.. Kami pun berjalan melewati rumah Rasul (tempat dimana Rasullullah di besarkan). Tapi rumah tersebut sekarang dijadikan tempat membaca (perpustakaan kali yah kalau di Indonesia). Hanya saja kami hanya melihat dari luar, tidak masuk, karena waktu tidak memungkinkan.  Sesampai di hotel, kami melanjutkan ritual umroh yang belum tuntas, yaitu : Tahallul, mencukur sebagian rambut kami. Lalu,.. time to sleeping beauty,..🙂

Makkah, hari pertama,.. Sabtu, 19 Mei 2012,..

Rupanya, semua jamaah kompak tertidur pulas, hingga kami pun tidak menunaikan Sholat shubuh berjamaah di masjid,.. Terasa sekali lelah kami setelah melalui perjalanan, dan istirahat yang memang kurang. Maka pagi itu, kami memulihkan raga kembali agar bisa kembali bugar menjalankan ibadah selama di Makkah.. Pagi itu,.. kami akan memulai Ibadah sholat Dhuha,. Jam 08.00, kami menuju Baitullah,. Uniknya sepanjang perjalanan kami menuju Makkah, di sudut kiri kanan, begitu banyak burung (kalau di Indonesia sejenis burung Dara) melintas beterbangan, sangat rendah sekali, Buanyaak loh.. Seperti sekumpulan semut yang merapat berebut makanan manis.. Yang membuatku terheran-heran adalah, dengan begitu banyaknya burung yang beterbangan, mestinya Makkah sangat kotor dan bau akibat dari tahi burung dara yang berjatuhan yah,.. Waaah, kenyataannya tidak,.. aku tak melihat satupun tahi ada di jalanan raya sepanjang menuju Makkah (aku kurang pekerjaan banget yah liat tahi dara, hehehe, habisnya penasaran sich pemirsah,..), toh juga ga ada petugas kebersihan yang dengan sengaja harus membersihkan tahi burung itu,..  Sungguh, sangat terjaga dan sangat bersih.. Benar-benar kemahaan-Nya,.. Ooiii yah,.. satu lagi,.. saat ku berjalan menuju Baitullah, sepanjang jalan juga banyak anak-anak gelandangan anak kecil, ibu-ibu pengemis (rata-rata berkulit hitam sih),.. Eiitt, mereka ga normal loh,. Tangan dan kaki buntung,.. mereka berteriak-teriak meminta sedekah di sepanjang perjalanan.. Kata bapak ustad, ga usah dikasihani, mereka adalah pelaku criminal, dan mereka itu adalah korban Qishas, tangan kaki mereka bunting itu adalah akibat mereka mencuri, dan disini diberlakukan hukum potong tangan kaki, sesuai dengan kejahatan mereka.. Subhanallah, inilah negeri yang masih menerapkan hukum-hukum Islam di atas segalanya,.. Pantas saja, Engkau sangat memberkahi tempat ini Yaa Rabb…

Suhu Makkah saat itu berkisar antara 40-42°C,.. Suhu yang ekstrim pemirsah,.. J  Badanku terasa drop, dulu saat di tanah air, ku bilang aku tidak akan sakit di Makkah, karena sudah dapet vaksin, vitamin, dll,.. Astaghfirullah, ampuni kesombongan hamba Yaa Rabb,.. Terbayar sudah dengan sakit yang ku alami disini,.. Badan yang meriang, tenggorokanku seakan meradang, hidungku flu berat,..  Tapi, semangat ini, semangat beribadah kepada-Mu, meruntuhkan rasa sakit ini, kuatkan hamba Yaa Rabb,.. Andai Kau panggil nyawa ini disini, hamba ikhlas Yaa Rabb,.. Obatku saat itu hanya tumpuan doa-doa pada-Nya, dan meminum air zam-zam,..  “

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا وَاسِعًا، وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ

“Ya Allah, sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang luas dan kesembuhan dari segala penyakit”,…

Di Masjid,.. aku terus dan berulangkali merenung,.. aku pikir jam segini, jamaah masjid ini akan sedikit berpenghuni, tapiiiii,… mengapa tiap detik menuju menit, menit menuju jam, kian bertambah sesak isi masjid ini,.. Subhanallah, sungguhlah kiranya tempat ini memang layak Engkau jadikan sebagai tempat yang sangat aman dan suci,.. Berjuta-juta hamba-Mu dari berabad-abad waktu yang lalu hingga detik diri disini, terus menatap pagi, siang dan malam menyeru-Mu, mengagungkan kebesaran nama-Mu,..

Kami menghabiskan waktu kami seharian dengan kegiatan padat beribadah kepada Allah SWT,.. Next target : harus pegang hajar aswad,.. dan memasuki Hijr Ismail untuk berdoa disana,.. Tapi tidak sekarang, malam nanti,.. HARUS !!!

Tiba di sepertiga malam terakhir,.. Pukul 02.00 dinihari waktu Makkah,. Kami melakukan thawaf, kembali hanya mengharap keridhoan Allah,.. Berkeliling sebanyak 7 kali, dan kali ini aku mendekat sedekat-dekatnya dengan Ka’bah.. Allah, ijinkan hamba bisa mencium Hajar Aswad,.. Sungguh,.. Susah sekali,.. Tak bisa ku paksakan diri ini meraih Hajar Aswad, terlalu beresiko,. Targetku hanya bisa mampu memasuki Hijr Ismail.. Pemirsah, Hijr Ismail itu adalah  adalah nama tempat yang terletak disebelah utara Ka’bah, yang dilingkari oleh tembok lebar (Al-Hathimu). Tempat ini sama mulianya dengan di dalam Ka’bah. Diriwayatkan, bahwa pada suatu hari Siti Aisyah ingin sekali memasuki Ka’bah dan beribadah di dalamnya, lalu Rasulullah SAW memerintahkan masuk Hijir Ismail saja dan tidak ke dalam Ka’bah, sebab shalat/beribadah di Hijir Ismail sama dengan di dalam Ka’bah.

Entah,.. aura yang ku rasakan di tempat ini, begitu teduhnya,.. Tenang Sekali,.. Seperti yang pernah ku rasakan, saat memasuki Raudhoh di Masjid Nabawi Madinah. Aku pun berdoa di sepanjang kesempatanku berada di tempat ini.. Pemirsah, ruangan ini sangat kecil, dan mungkin sebenarnya hanya bisa dipenuhi oleh 10-15 Jamaah, tapi karena tempat ini adalah bagian tempat yang mustajib (diijabahi segala doa-doa, semua berebutan untuk masuk menuju tempat ini)… Herannya, sekalipun tempat ini sempit, dan orang-orang berebutan masuk, sungguh, keajaiban-Nya padaku lagi-lagi ditunjukkan disini,.. Jalanku begitu mudah, saat masuk dan keluar pun, sepertinya sangat diberikan jalan selapangnya untukku.. Saat berdoa pun, seakan orang-orang yang menghimpitku, menyingkir dengan sendirinya,.. Allah,.. Inilah tempat aman,.. Sungguh, aku sangat yakin, bahwa Engkau adalah Sang Maha, Maha Pelindung, atas tiap-tiap jiwa kami…  Terimakasih Rabb-ku,.. Segala pujian hanya teruntuk-Mu,.. Usai thawaf, ternyata, saya terpisah dengan Ibunda tercinta,.. hehehe, kejadian banget yah,.. pas di putaran  ke tujuh, ternyata ibuku mendekat ke Multajam,.. dan meraih pula untuk mencium Hajar Aswad,.. (ngiri banget sama ibu,…😦 ,.. saat itulah kami terpisah,… Waoooow,.. sesuatu dah yah, aku jadi anak hilang, tak satupun ku lihat rombonganku,… hiiiikkkssss, aku bawa hp, tapi beliau tidak bawa hp,.. sama aja,.. mau kontak rombongan lain, maluuuu, hehe masak segedhe ini bisa hilang,. Hehehe… Bismillah ae wish,.. masak lupa jalan… ga banget dech (hehe sombongnya rek,..)… Saat sholat Shubuh, aku tidak begitu tenang,.. bukan karena aku yang hilang,.. tapi bagaimana keadaan ibuku, apakah bliau dengan rombongan, ataukah terpisah sama seperti denganku,.. Memenuhi sepanjang sujudku, agar Engkau menjaga ibuku,.. Entah sekarang bliau ada dimana…. Ku titipkan pada-Mu Allah, yang tidak pernah lalai dalam menjaga orang-orang yang ku sayangi,.. Semoga bliau baik-baik saja…

Usai Shubuh,.. segeralah aku berusaha mencari ibuku lagi,.. Yaa Rabb, tempat sebesar ini, dengan jamaah sebanyak ini,.. ???? Dimanakah bliau,..?? aku terlalu mudah berputus asa dengan tempat yang sebesar ini,.. lalu aku pun memutuskan untuk kembali di hotel. Nach loooh, keluarnya lewat mana…?? Ckck,.. tiap menuju pintu keluar, aku selalu salah jalan,.. (ternyata banyak orang yang tersesat juga pemirsah, buktinyaa, mereka sempet tanya juga ke saya, mbak,.. dimana yach Pintu Satu, king Abdul Aziz?? ) Oaaalahhh ibu,. Saya juga lagi nyariiii,.. Bismillah, firasatku, dan sepertinya petunjuk Allah, aku harus berjalan ke arah bangunan sebelah kiri terus, sampai aku harus menemukan pusat menara jam Makkah,.. Yaah akhirnya,.. alhamdulillah, lega ketemu juga dengan Gate 1, setelah tersesat begitu jauhnya di Gate 59,.. (kebayang jauuuhnyaaaa dan saat berjalanpun begitu paniknya, hehe)… Pelajaran dan hikmah satu lagi untukku,.. Jangan hobby Sombong yah pemirsaaah, hehe akibatnya merugikan diri anda sendiri.. ** Tergesa langkahku untuk menuju hotel, semoga ku temukan ibuku sudah ada disana.. Wasyukurilah, jantung yang sempat copot tadi, terbayar sudah saat ku lihat ibuku sudah berada di hotel,..🙂

Makkah, Hari Kedua,.. Ahad, 20 Mei 2012,..

Jam menunjukkan pukul 07.00 pagi,.. Hari ini kami bersiap-siap menuju tempat-tempat bersejarah, jejak Rasullullah di Kota Makkah,…

Di awali dengan perjalanan menuju Jabal (bukit) Tsur,.. Jarak perjalanan kami tempuh sekitar 5 km dari Kota Makkah. Jabal Tsur dalam sejarah adalah tempat yang dijadikan perlindungan Rasulullah Muhammad SAW dan sahabatnya Abu Bakar Ra, beliau bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraiys. Kisah upaya pengejaran kaum kafir Quraisy yang menemui jalan buntu manakala sampai di sekitar gua, mereka terkecoh dengan keberadaan sarang laba-laba dan sarang burung merpati yang menutupi jalan masuk ke gua. Mereka berpikir, tak mungkin ada orang yang sebelumnya masuk tanpa merusak sarang laba-laba dan membuat burung merpati terbang dari sarangnya. Dengan logika itu, kaum kafir Quraisy  pun angkat kaki dan menghentikan pengejaran, kembali ke Kota Makkah. Subhanallah, Maha Perkasa Allah SWT,.. Allah SWT melindungi Rasul, dan sahabat beliau,.. Dulu, singkat cerita,.. saat musim haji banyak jamaah yang berupaya naik ke Jabal Tsur dan melihat Gua Tsur. Namun, kondisi medan bukit yang terjal serta waktu tempuh yang cukup lama, sekitar 2-3 jam untuk mencapai gua, membuat Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan larangan naik ke Jabal Tsur. Jamaah kini hanya bisa menyaksikan Jabal Tsur dari bawah bukit… Seperti kami pun juga begitu, hanya bisa menyaksikan Gua Tsur dari bawah saja, seraya mendokumentasikan momentum berada di Jabal Tsur dengan latar belakang puncak bukit Jabal Tsur, hehehe. Oii yaaa, ada pula unta-unta yang bisa disewa untuk sekadar berkeliling dan berfoto di areal kaki bukit Jabal Tsur lohh. Tapi saya tak berminat, hehe takuuut,.  Hikmah dari perjalanan di bukit ini,..  Sungguh luar biasa perjuangan dan syiar Islam oleh Rasullullah SAW, membayangkan batu-batu yang keras, cadas, bukit terjal, bukit-bukit yang menjulang tinggi, dan kendaraan saat itu adalah unta.. Tak terbayangkan pula suhu yang terik, mata air yang begitu kering, dan smua2 yang tak indah ku bayangkan disini,.. andaikata aku hidup berabad-abad lalu, di zaman Rasullullah,.. Begitu menderitanya Engkau Wahai Yaa Rasul, begitu berat perjuanganmu Yaa Rasul,… Yaa Rasul, aku ingin berjumpa denganmu kelak,… Syafaatkanlah kami,…. Aamiin,…

Next trip,.. Perjalanan menuju Padang Arafah,.. Jabal Rahmah,..

Selanjutnya, perjalanan kami lanjutkan menuju padang Arafah, yaitu padang pasir yang terletak + 21 Km sebelah timur kota Makkah. Padang ini, berupa hamparan pasir dan batu yang luas, dikelilingi oleh bukit‐bukit batu yang berbentuk setengah lingkaran. Luas Padang Arafah + 3.5 Km x 3.5 Km (saya ga ngukur sichh, hehe tapi menurut sumber begitu,..)… Padang Arafah merupakan tempat wukuf jemaah Haji pada tanggal 9 Dzulhijjah,.. Oii ya,.. ada juga bangunan di padang Arafah terlihat sebuah bukit yang atasnya terdapat tugu, bukit tersebut bernama Jabal Rahmah. Katanya, lokasi tersebut adalah tempat di mana nabi Adam AS dan Siti Hawa dipertemukan oleh Allah SWT,… Pertemuan antara Nabi Adam dan Siti Hawa di bukit batu tandus ini (Jabal Rahmah) yang penuh rasa haru dan kasih sayang ini pulalah yang melatarbelakangi penamaan bukit tersebut dengan Jabal Rahmah (Bukit Kasih Sayang)…

Teriknya Padang Arafah saat itu,.. aku, ibu, dan bapakku pun naik menuju bukit Arafah,.. Tapi kami tidak berniat menuju Jabal Rahmah, karena kata bapak ustad, berdoa di sepanjang kawasan Arafah saja sudah menjadi tempat yang diijabahi oleh Allah SWT.. Lagipula, tidak mungkin harus ku paksakan kondisi ibu bapakku untuk naik ke atas..  Disini, aku tak mampu untuk tidak meneteskan air mataku,.. Berkumpulnya Jamaah disini, serasa mengingatkanku akan adanya perkumpulan yang mahabesar nanti di hari kiamat… Kala itu, seluruh manusia dari yang pertama sampai yang terakhir akan berkumpul untuk menunggu keputusan Allâh Azza wa Jalla kemudian mereka akan berjalan menuju tempatnya masing masing. Ada yang mendapatkan nikmat yang kekal dan adapula yang tertimpa azab yang sangat pedih. Semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan kita termasuk golongan yang pertama.. aamiin,.. QS. Ar Rahman, Al Waqiah,.. menjadi obat doa-ku disini,.. Yaa Allah, pertemukan aku dengan teman hidupku yang sejati, yang menjadikanku akan mentaati dan mengabdikan diri ini kepada-nya, juga tentu menyempurnakan separuh dari agama ini, untuk-Mu.. Atas kuasa-Mu, atas takdir yang telah Engkau tetapkan padaku, aku ikhlas menerima ketentuan dari-Mu,…. Berikan kemudahan jalan, berikan keringanan langkah, berikanlah keridhoan-Mu, agar diri ini menjadi bagian halal dari laki-laki yang menyayangiku,.. aamiin,..

Perjalanan indah di Arafah, harus segera di akhiri untuk selanjutnya kami melanjutkan perjalanan kami.. Sungguhlah, aku sangat berharap, suatu hari nanti, aku dan suamiku, kelak akan menikmati kembali beribadah Haji, Wukuf di padang Arafah, aamiin…. Kabulkanlah Yaa Rabb,..

Menyusuri sepanjang jalanan dari bukit Arafah-Muzdalifah-Mina,..  Jarak Arafah –Muzdalifah –  Mina tidaklah jauh, kurang lebih hanya 14  Km Arafah – Muzdalifah 9 KM , sedangkan Muzdalifah – Mina sekitar 5 Km,… Hmmm, lumayan lah, hehe…  Mina-Muzdalifah ini adalah tempat bermalam sementara jamaah haji,.. Runutnya adalah ; 8 Dzulhijjah bermalam di Mina, 9 Dzulhijjah menuju Arafah untuk wukuf, bermalam di Muzdalifah, dan 10 Dzulhijah kembali ke Mina untuk melempar jumroh…  Dari kaca bus, kami melihat Ribuan tenda berdinding kain berukuran sekitar empat meter persegi berdiri tegak,.. Subhanallah,.. Mina yang katanya memiliki luas 650ha, memang patut dijuluki kota tenda… Asliiihhh looh pemirsaaah, mau tengok, kiri, kanan, bawah (bukit), atas,.. itsss full of TENDA,… aku lagi-lagi membayangkaan pasti pada saat tanggal 8,9,10 Dzulhijjah begitu padatnya kota ini dengan jumlah bilangan jamaah haji yang begitu banyak… Kami juga dilewatkan di terowongan mina,.. yang dulu pada tahun 2006, sempat menewaskan banyak jamaah haji yang melintasi daerah sana.. Aku kaguum, kagum sekali dengan kota ini,.. kota yang sangat teratur,.. oii ya,.. kami juga dilewatkan di lintasan kereta api di daerah Mina, katanya hanya beroperasi pada saat bulan haji…  untuk membantu dan memperlancar transportasi jamaah haji.
Dan kemudian, hanya di bis ajah nih pemirsah,.. kami melintasi tempat-tempat makam Sahabat-sahabat Rasul, Siti Aisyah ra,.. Next,.. perjalanan untuk kembali ke hotel,. Siap-siap menuju Baitullah lagi,.. Beribadah sepenuhnya pada-Mu lagi,.. Next target : tetap padamu Hajar Aswad,.. hari ini dan malam sepertiga jua tak berhasil,.. huhuuuuu,..😥

Makkah Hari Ketiga,.. Senin, 21 Mei 2012

Hari ini adalah hari sepuasnya beribadah  di Makkah,.. Karena besok, kami harus melaksanakan thawaf wada’ (thawaf perpisahan) sebelum akhirnya kami meninggalkan kota Makkah. Tak ku sia-siakan untuk melaksanakan thawaf sebanyak-sebanyaknya, tak perduli terik matahari, tak perduli panas menyengat, tak perduli ragaku yang mulai mengaduh, tak perduli,… asal hamba dekat sedekatnya dengan-Mu,…  Next targetnya melayang terus, aku benar-benar tak memiliki kesempatan mencium atau paling tidak meletakkan tanganku di pusaran Hajar Aswad,.. Susahnya,.. 😦 Tapi, aku selalu dapat memasuki Hijr Ismail, jadi sangat terobati dukaku… Mendekat di Ka’bah, dan memegang kiswah (kain penutup ka’bah) itu menjadi kebanggaan tersendiri.. Kainnya harum sekali, padahal jutaan tangan memegangnya yah,.. Bertahun-tahun merindukan tempat ini, dan pada akhirnya bisa sangat dekat, itu sangat luar biasa sekali.. Haru, penuh rindu pada Allah, pada Rasul-Nya, itulah perasaanku pada saat itu,.. Nikmat dunia, harta, dan rasa cinta pada yang selain-Nya,  seketika tak ada terbersit sedetikpun, aku lupa punya dunia, aku hanya ingat bahwa saat itu, kekasihku sangat dekat, Allah serasa di hadapanku,… Allah Yang Maha Indah, Allah Yang Maha mulia, seakan memapahku, seorang yang hina, penuh lumuran dosa, dalam dekapan kasih-Nya,.  Andai begini terus Yaa Rabb, betapa indah, betapa tenang hati ini,.. sebab hanya Engkau-lah tujuan akhir kami,…

Makkah Hari Keempat,.. Selasa, 22 Mei 2012

Hari ini adalah hari terakhir kami berada di Makkah,.. SEDIH,… Ba’da Shubuh, tak ku siakan, untuk mengambil moment tempat bersejarah di Masjidil Harram,..  Mulai dari Lantai 4 ku ambil foto Ka’bah,.. Subhanallah,.. Jamaah yang tidak pernah berkurang,.. begitu Indah beribadah kepada-Mu, betapa indah menyandarkan diri kepada-Mu, betapa indah menanggalkan isi dunia demi untuk dekat kepada-Mu, betapa indah, sangat indah Yaa Rabb.. am speechless now,.. tertegun sejenak di lantai atas, tak mampu ku bendung rasa kagumku, rasa haruku, dan semua,.. hatiku terpaut padamu Ka’bah,… Ku lanjutkan untuk mengambil foto sejenak tepat di depan Ka’bah, di bukit Shafa Marwah, Babus Salam, zam-zam towar, menara jam.. Akan ku kenang semua, jejak langkahku disini…  oiiiya, ada sedikit cerita yang terlupakan, ada kejadian menarik ketika aku mengambil foto di sekitar Masjidil Harram & seputaran Makam Rasul (di Masjid Nabawi, Madinah),…  Kedengarannya mistis, tapi ini nyata.. Setelah aku ambil foto, dan lalu ketika ku lihat kembali, ada beberapa foto yang tadi sudah ku pastikan sudah terambil, tapi ternyata delete dengan sendirinya, kehapus… Percaya tidak percaya, bukan saya saja yang mengalaminya, tapi rekan-rekan yang lain juga begitu.. Kenapa yah ?? wallahu alam………

Time to Thawaf perpisahan,..  Jam 7 pagi, kami melaksanakan thawaf penutup kami,.. Mengharu biru rasaku,.. Allah,.. Mungkin ini doa yang tak jua habisnya dariku, pada-Mu,.. Berikanlah anugerah terindah-Mu suatu hari nanti,.. agar diri ini, mampu menginjakkan kaki ini di tempat yang paling Engkau berkahi,.. aamiin,..

Perjalananpun kami lanjutkan, menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.. Sepanjang jalan kami melewati Masjiq Al Qishas,.. Katanya masjid ini adalah tempat pemancungan warga setempat ketika melakukan tindakan kriminal.. Ihhh, serem,.. Dan waktu pemancungan itu hanya dilakukan pada hari Jumat, ba’da sholat jumat… Next perjalanan, kami menuju pusat oleh-oleh di seputaran Kota Jeddah,. Yesss, time to shopping,..hehe padahal uang riyal kami mulai menipis, hehehe…. Oiiya,,… pemirsaaah,.. harga rupiah kalau diriyalkan disini, relative lebih mahal,.. 1 Riyal di harga 3400 Rupiah… (beda 900 rupiah dengan di Madinah). Mari berburu coklat arab, kurma nabi, tapi tidak untuk baju (hehe, mahal habiis),.. Next trip, kami menuju Masjid Terapung,.. Subhanallah, Indah,… Laut yang menghampar luas, dan bangunan masjid yang unik,.. Kami singgah untuk sholat Dzuhur disini…
Tepat pukul 4 Sore waktu Jeddah, sampailah kami di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.. Weeeeeh, bertemu lagi dengan pemeriksaan yang super alot dan ketat banget… Alhamdulillah, akhirnya lolos masuk juga di Bandara ini,.  Kamipun melanjutkan  perjalanan menuju Bandara Brunei Darussalam,.. 9-10 jam perjalanan penuh mengharukan… berpisah dengan tanah Makkah, dan entah kami kapan bisa untuk segera kembali menuju tanah ini,…

Nice a trip,.. Allah SWT,.. thanks to You,.. Prophet Yaa Rasullullah,… Allah, hanya berkat-Mu saja, kami sampai di tanah-Mu,.. Semoga, perjalanan berharga ini menjadi bekalku untuk bisa menemui-Mu, menjadi penebus atas segala dosa dan kesalahanku, menjadi pelipur laraku ketika aku dahaga pada Baitullah,.. Yaa Rasul Syafaatkan kami,.. Rindu kami padamu,.. Rindu padamu,…

Alhamdulillah,.. catatan kaki ini ku usaikan,.. Semoga bukan menjadi kenangan terakhir untukku, semoga akan kembali lagi mencatatkan perjalananku kembali menuju Tanah Suci (Makkah-Madinah),.. Terimakasihku, pada orang-orang yang mendoakanku perjalanan saat itu,..

Ibu, bapak, kakak-kakakku, orang-orang yang ku sayangi karena Allah, semoga suatu hari nanti,.. raga ini dipertemukan dengan kenikmatan beribadah di rumah Allah SWT… Moga kesehatan, keselamatan, rezki, akal sehat lahir dan bathin serta usia kita tetap tercurahkan pada kebaikan, dan niat menuju Baitullah…. Aamiin

Wa ‘alaikumsalam warahmatullah wabarakatullah,…

Catatan hati,.. Semarang 25 Okt 2012 @ 13.24 WIB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: